![]() |
| Keutamaan Islam |
(pedahuluan)
Kitab Fadhlul Islam
adalah buku kedua yang dibahas dalam kuliah Mafatihul ‘Ilm. Buku ini di tulis
oleh Syaikh Muhammad bin Abdil Wahab rahimahullah. Buku ini menjelaskan
bagaimana manhaj dan metode islam yang menerangkan tentang sisi keutaman dan sifat
dari agama islam. Penulis juga menjelaskan tentang hal-hal yang bertentangan dengan kesempurnaan agama.
Buku ini sangat penting dan
harusnya banyak dibaca, dipelajari, dan diajarkan sebab buku ini mengingatkan
tentang islam yang benar dan manhaj yang lurus, serta bagaimana jalan agama
Rasulullah dan para sahabatnya. Penulis menyebutkan ayat-ayat Al-Qur’an dan
hadits Rasulullah dan disertai beberapa atsar dari para salaf rahimahullahuta’ala.
Demikian inilah yang disebut ilmu, karena yang dimaksud denga ilmu adalah apa yang
bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagaimana yang dipahai oleh para salaf.
·
KEUTAMAAN
ISLAM
Yang diinginkan dalam
keutamaan islam ada beberapa sudut dan ada beberapa sisi. Seseorang yang
mengetahui keutamaan sesuatu akan membuat dia cinta terhadapnya. Dalam buku Fadhul
islam akan memperkenalkan kepada kita tentang hal yang lebih detail dalam agama
Islam, yang tidak hanya kita melihatnya dari kejauhan (Semisal rumah, hanya
sekilas dikatakan indah, megah dll) yang hanya tampak secara dzahir.
Seorang yang
mengenal islam dari segala sudutnya, itu akan membuatnya lebih cinta dalam
keislaman terserbut. Menjaga dan memeliharanya, dan dia akan semakin semangat
beramal dalam perkara agamanya.
Penjelasan tentang
keutamaan Islam bukanlah maksud yang menjadi pokok. Namun, hal ini ini ditujukan agar seseorang bersemangat. Adapun hakikat dari agama adalah seserang mengetahui
hukumnya lalu sami’na waa atho’naa. Adapun keutamaan maka itu pasti didapatkan.
Tentang keutamaan Islam,
penulis menbawakan beberapa dalil dari Al-Qu’an dan Hadits:
v Dalil Pertama
لْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ
لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“Pada hari ini telah kusempurnakan agama kalian untuk
kalian, dan telah kucukupkan nikmatku, serta telah kuridhoi islam itu menjadi
agama bagi kalian” (Al-Maidah:3), ayat ini adalah ayat yang terakhir yang
diturunkan.
Dari ayat diatas seorang Yahudi bertanya kepad Umar
“Wahai Amirul mu’minin, ada sebuah ayat dikitab kalian, kalian membacanya.
Andaikata ayat itu turun kepada kami, kami jadikan hari itu sebagai Id (hari
raya)”
Umar menjawab “ayat apa”
Orang yahudipun membacakan Al-Maidah ayat 3.
Umarpun menjawab “Kami telah hari itu. Dan tempat ayat
ini turun padanya (Rasulullah), yaitu ketika
Rasulullah berdiri di arafah pada hari jum’at.
Dalam ayat ini dijelaskan keutamaan:
Keutamaan pertama. Keutamaan islam dari sisi
sempurnanya. Sudah berada dalam puncak kesempurnaan dan lengkap, tidak perlu
ada tambahan padanya dan tidak perlu ada kekurangan padanya. Ibnu Abbas berkata
(Terkait ayat ini) Allah mengabarkan kepada nabinya dan mengabarkan kepada kaum
mu’minin bahwa Allah telah menyempurnakan keimanan untuk mereka. Maka, mereka
tidak perlu tambahan untuk selama-lamanya.
Keutamaan kedua.Keutaman islam dengan sempurnanya
ni’mat (dzohir maupun batin). Dan islam sendiri itu adalah ni’mat. Ni’mat yang
telah disempurnakan.
Keutamaan ketiga. Keutamaan islam terkait dengan keridhoan
Allah terhadap pemeluknya. Hanya islam yang diterima oleh Allah, tidak yang
laiinya.
“Siapa
yang mencari agama selain agama islam maka sekali-kali tidak akan diterima
(agama itu) darinya. Dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi” (Ali-Imran:
85)
Keutamaan keempat, agama islam akan terud-menerus
ada dan kekal.
Al-Qur’an dan As-Sunnah menjelaskan
segala perkara, tidak ada yang ditinggalkan (lihat: Al-An’am:38), tidak ada
sebuah kebaikan kecuali telah ditunjukkan oleh Rasulullah kepada ummatnya, dan
tidak ada sebuah kejelelkan kecuali Rasulullah sudah mengingatkan agar tak
menimpa ummatnya. Dalam Sahih Muslim “Sesunnguhnya tidak ada seorang nabi
sebelumku, melainkan wajib baginya untuk menunjukkan kepada ummatnya kebaikan
yang ia ketahui untuk mereka, serta
memperingatkan mereka dari keburukan yang diketahui bagi mereka”
v Dalil Kedua
قُلْ يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اِنْ كُنْتُمْ
فِيْ شَكٍّ مِّنْ دِيْنِيْ فَلَاۤ اَعْبُدُ الَّذِيْنَ تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ
وَلٰـكِنْ اَعْبُدُ اللّٰهَ الَّذِيْ يَتَوَفّٰٮكُمْ ۖ وَاُ مِرْتُ اَنْ اَكُوْنَ مِنَ
الْمُؤْمِنِيْنَ
Katakanlah wahai manusia jika kalian masih berada
dalam keragu-raguan tentang agamaku, (ketahuilah) aku tidak menyembah sesuatu
yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan
kalian (Yunus: 104).
Ayat ini terdapat empat bahasan tentang keutamaa
Islam:
Pertama, hakikat dari islam adalah
mentauhidkan Allah subhanahu wa ta'ala. Sehingga jika ada yang bertanya apa itu
islam? maka jawabannya adalah tauhid. Pengesaan herhadap Allah dan berlepas
diri kepada selainnya. Dan ini merupakan dakwah seluruh rasul.
Kedua, keutamaan islam dari sisi keumuman
untuk seluruh manusia. Rasulullah diutus untuk seluruh manusia, berbeda dengan
agama sebelumnya yang hanya khusus untuk kaum tertentu.
Ketiga, Islam menyelamatkan dari fitnah
syubhat dan syahwat. Syubhat dan syahwat adalah sumber dari gejala kejelekan.
Karena setan tidaklah menyerang manusia kecuali dengan dua arah ini. Syubhat
memberikan kerancuan dalam beragama, dibuat orang-orang itu ragu terhadap
agamanya. Adapun dari fitnah syahwat, diajak kepada hal-hal yang mengikuti
nafsunya.
“Siapa yang masuk dalam islam dengan sempurna,
menempuh jalannyanya dengan benar maka ia akan selamat dari fitnah syubhat dan
fitnah syahwat. Jika ada yang kurang dari hal tersebut berarti ada dari islam
yang mungkin dia belum pahami, belum dijalankan secara sempurna, atau ada
hal-hal yang mungkin dia tinggalkan.”


