![]() |
| Keutamaan Ilmu dan Penuntut Ilmu |
Keutamaan ilmu itu ibarat lautan
yang sangat luas, sulit untuk dihitung. Dari sisi syariat, kemuliaan manusia itu
sepanjang dia belajar (sepanjang dia bersama dengan ilmu) dan bagaimanapun ia mencapai tingkat dari ilmu, tetaplah
dulunya dia adalah jahil (tidak mengetahui). Perlu dipahami, seorang ketika dia
belajar maka dia adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah untuk mengenal
agama-Nya. Tidak semua orang diberikan taufiq untuk hal tersebut. Penuntut
ilmu adalah cahaya dan hal yang menerangi.
Tidaklah Allah menciptakan jin
dan manusia kecuali untuk beribadah, dan tidak ada jalan beribadah kepada Allah
kecuali melalui ilmu dan amalan shalih. Ada kadar kewajiban beribadah dan akan
dipertanyakan sebagaimana dia hidup di dunia, setiap yang telah hidup tidak
dibiarkan begitu saja tanpa ada Hisab (tanpa ada perhitungan).
Syarh matan:
وبعد من يرد الله العظيم به خير يفقهه في دينه القيم
7. Wa ba'du. Barangsiapa yang diinginkan oleh
Allah Al Azhim kebaikan yang banyak, maka dia akan dipahamkan oleh-Nya dengan
Agama yang lurus (Islam).
Pembahasan:
· Waba'du adalah uslub dalam bahasa Arab yang digunakan
untuk berpindah dari pembahasan yang satu ke pembahasan yang lain ( Sebagian
ulama menyebutnya sebagai pembicaraan pemutus).
· Siapa yang Allah kehendaki padanya kebaikan, maka ia
akan dibuat Faqih pada agama Allah yang lurus. Sebagaimana Hadits yang
diriwayatkan oleh Imam Bukhari "Siapa yang Allah kehendaki padanya
kebaikan, maka Allah akan membuatnya Faqih di dalam agama". Sehingga, kalau dia tidak paham berarti
Allah tidak menghendaki padanya kebaikan.
***
و حث ربي و حض المعمنين على تفقه الدين مع انذار قومهم
8. Dan
Rabb ku menganjurkan dan memberi semangat kepada orang beriman untuk tafaqquh
fiddin bersamaan dengan memberi peringatan kepada kaumnya.
Pembahasan:
Pembahasan:
Sebagaimana
dalam Qs.At-taubah: 122.
Pada ayat ini
ditafsirkan dengan dua penafsiran;
Yang pertama, tidaklah pantas bagi seluruh kaum muslimin itu untuk semuanya pergi belajar dan Tafaqquh.
Yang kedua, tidak pula pantas untuk seluruh kaum muslimin untuk berangkat jihad.
Sehingga, ketika yang pergi jihad ini pulang, maka yang belajar memperingatkan kepada mereka. Yang tinggal menjelaskan kepada mereka yang halal, yang haram, dan mereka terangkan perkara-perkara agama.
Yang pertama, tidaklah pantas bagi seluruh kaum muslimin itu untuk semuanya pergi belajar dan Tafaqquh.
Yang kedua, tidak pula pantas untuk seluruh kaum muslimin untuk berangkat jihad.
Sehingga, ketika yang pergi jihad ini pulang, maka yang belajar memperingatkan kepada mereka. Yang tinggal menjelaskan kepada mereka yang halal, yang haram, dan mereka terangkan perkara-perkara agama.
·
Inti dari ayat ini adalah umat ini tidak boleh kosong
dari mempelajari ilmu. Sebab, jika orang yang memperingatkan itu sedikit maka
disinilah letak datangnya kejelekan kepada umat.
***
وامتن رب على كل العباد و كل الرسل بالعلم فاذكر اكبر النعم
9. Dan
Rabb ku mengingatkan pemberianNya kepada seluruh Hamba dan Rasul-Nya berupa
ilmu, maka ingatlah dia sebagai nikmat terbesar.
يكفيك في ذاك ٱولى سورة نزلت على نبيك أعني سورة القلم
10. Cukuplah
untukmu (hujjah) atas keutamaan ilmu ini yaitu surah yang turun pertama kepada
Nabimu, yaitu surah Al Qalam (nama lain surah Al 'Alaq).
كذاك في عدة لآلاء قدمه ذكرا و قدمه في سورة النعم
11. Demikian
juga dalam menghitung (nikmat), dia mengingatkanNya dan didahulukan
perhitungannya dalam surah An Ni'am (nama lain Surah An Nahl).
Pembahasan:
·
Ilmu adalah nikmat yang sangat terbesar, sebagaimana
yang sering diingatkan kepada para nabi bahwa ilmu adalah kenikmatan yang
terbesar.
·
Awal surah dalam Alquran adalah tentang keutamaan ilmu
dan pengajaran ilmu. Yakni surah Al-Qalam yang merupakan nama lain dai surah Al
Alaq.
·
Pengendapanan penyebutan keutamaan ilmu pada surah
Arrahman dan surah an-nahl.
Ilmu itu nikmat yang paling besar, lebih bagus dari
anak dan istri, lebih bagus dari harta benda, lebih baik dari dunia dan segala
isinya. Maka, jika seseorang berpaling darinya dan kurang dalam mencarinya? Dia
adalah orang yang tidak mengenal kadar besarnya ilmu. Dia tidak mengenal nikmat
yang besar.
Jika seseorang telah
mengenal nikmat yang terbesar maka tentu dia akan mempunyai prinsip hidup yang
berbeda. Semangat terbesarnya adalah ilmu agama, titik dan kemuliaan yang
terbesar menurut dia adalah ilmu agama.
Ilmu, semakin seseorang mempelajari dan mendalaminya,
maka dia pasti akan semakin bersyukur kepada Allah yang memudahkan dia untuk
belajar.
Tidak ada
orang yang mengetahui kadar dan besarnya nikmat dari ilmu itu kecuali orang
yang telah mendalaminya dan menggelutinya. Karena itu perlu langkah dan waktu
untuk masuk di dalamnya.
***
وميز الله حتى في الجوارح ما منها يعلم عن باغ
ومغتشم
12. Dan
Allah membedakan (yang tahu dan yang tidak tahu ilmu) sampai (Dia membedakan)
hewan buruan terlatih yang tahu dengan hewan liar yang bertindak serampangan.
Pembahasan:
·
Dalil keutamaan ilmu diqiyaskan pada pembedaan antara
hewan yang terlatih dan hewan yang lainnya. Hewan yang terlatih memiliki tiga
ciri:
Yang pertama, apabila ia
di suruh berhenti maka ia akan berhenti.
Yang kedua, apabila dia
diperintahkan bergerak dia bergerak.
Yang ketiga, dia tidak
memakan hewan buruan untuk dirinya sendiri.
·
Hewan yang terlatih boleh dipakai berburu dan memiliki
hukum. Hewan buruan
yang telah mati sebab ditangkap oleh hewan -anjing- terlatih maka ia halal
meskipun ada air liur di dalamnya. Adapun jika hewan buruan yang telah mati,
dan di sana ada hewan terlatih dan ada hewan yang tidak terlatih, maka hewan
buruan tersebut tidak halal apabila tidak diketahui siapa yang membunuhnya.
Ini merupakan keutamaan ilmu, anjing saja kalau dia terlatih akan ditinggikan derajatnya dibandingkan anjing yang lainnya. Dan Kita? Betapa banyak kita dilatih dengan ayat-ayat Alquran dan Hadits, tapi kita tidak terlatih.
Ini merupakan keutamaan ilmu, anjing saja kalau dia terlatih akan ditinggikan derajatnya dibandingkan anjing yang lainnya. Dan Kita? Betapa banyak kita dilatih dengan ayat-ayat Alquran dan Hadits, tapi kita tidak terlatih.
***


0 komentar:
Posting Komentar