Rabu, 18 Desember 2019

Manzhumah Mimiyah- Keutamaan Ilmu

Keutamaan Ilmu dan Penuntut Ilmu

Keutamaan ilmu itu ibarat lautan yang sangat luas, sulit untuk dihitung. Dari sisi syariat, kemuliaan manusia itu sepanjang dia belajar (sepanjang dia bersama dengan ilmu) dan bagaimanapun ia mencapai tingkat dari ilmu, tetaplah dulunya dia adalah jahil (tidak mengetahui). Perlu dipahami, seorang ketika dia belajar maka dia adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah untuk mengenal agama-Nya. Tidak semua orang diberikan taufiq untuk hal tersebut. Penuntut ilmu adalah cahaya dan hal yang menerangi.
Tidaklah Allah menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah, dan tidak ada jalan beribadah kepada Allah kecuali melalui ilmu dan amalan shalih. Ada kadar kewajiban beribadah dan akan dipertanyakan sebagaimana dia hidup di dunia, setiap yang telah hidup tidak dibiarkan begitu saja tanpa ada Hisab (tanpa ada perhitungan).

Syarh matan:

وبعد من يرد الله العظيم به خير يفقهه في دينه القيم

7. Wa ba'du. Barangsiapa yang diinginkan oleh Allah Al Azhim kebaikan yang banyak, maka dia akan dipahamkan oleh-Nya dengan Agama yang lurus (Islam).

Pembahasan:
· Waba'du adalah uslub dalam bahasa Arab yang digunakan untuk berpindah dari pembahasan yang satu ke pembahasan yang lain ( Sebagian ulama menyebutnya sebagai pembicaraan pemutus).
·      Siapa yang Allah kehendaki padanya kebaikan, maka ia akan dibuat Faqih pada agama Allah yang lurus. Sebagaimana Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari "Siapa yang Allah kehendaki padanya kebaikan, maka Allah akan membuatnya Faqih di dalam agama". Sehingga, kalau dia tidak paham berarti Allah tidak menghendaki padanya kebaikan.
***
و حث ربي و حض المعمنين على تفقه الدين مع انذار قومهم
8. Dan Rabb ku menganjurkan dan memberi semangat kepada orang beriman untuk tafaqquh fiddin bersamaan dengan memberi peringatan kepada kaumnya.

Pembahasan:
Sebagaimana dalam Qs.At-taubah: 122.

Pada ayat ini ditafsirkan dengan dua penafsiran;
Yang pertama, tidaklah pantas bagi seluruh kaum muslimin itu untuk semuanya pergi belajar dan Tafaqquh.
Yang kedua, tidak pula pantas untuk seluruh kaum muslimin untuk berangkat jihad.
Sehingga, ketika yang pergi jihad ini pulang, maka yang belajar memperingatkan kepada mereka. Yang tinggal menjelaskan kepada mereka yang halal, yang haram, dan mereka terangkan perkara-perkara agama.
·         Inti dari ayat ini adalah umat ini tidak boleh kosong dari mempelajari ilmu. Sebab, jika orang yang memperingatkan itu sedikit maka disinilah letak datangnya kejelekan kepada umat.
***
وامتن رب على كل العباد و كل الرسل بالعلم فاذكر اكبر النعم
9. Dan Rabb ku mengingatkan pemberianNya kepada seluruh Hamba dan Rasul-Nya berupa ilmu, maka ingatlah dia sebagai nikmat terbesar.

يكفيك في ذاك ٱولى سورة نزلت على نبيك أعني سورة القلم
10. Cukuplah untukmu (hujjah) atas keutamaan ilmu ini yaitu surah yang turun pertama kepada Nabimu, yaitu surah Al Qalam (nama lain surah Al 'Alaq).

كذاك في عدة لآلاء قدمه ذكرا و قدمه في سورة النعم
11. Demikian juga dalam menghitung (nikmat), dia mengingatkanNya dan didahulukan perhitungannya dalam surah An Ni'am (nama lain Surah An Nahl).

Pembahasan:
·         Ilmu adalah nikmat yang sangat terbesar, sebagaimana yang sering diingatkan kepada para nabi bahwa ilmu adalah kenikmatan yang terbesar.
·         Awal surah dalam Alquran adalah tentang keutamaan ilmu dan pengajaran ilmu. Yakni surah Al-Qalam yang merupakan nama lain dai surah Al Alaq.
·         Pengendapanan penyebutan keutamaan ilmu pada surah Arrahman dan surah an-nahl.

Ilmu itu nikmat yang paling besar, lebih bagus dari anak dan istri, lebih bagus dari harta benda, lebih baik dari dunia dan segala isinya. Maka, jika seseorang berpaling darinya dan kurang dalam mencarinya? Dia adalah orang yang tidak mengenal kadar besarnya ilmu. Dia tidak mengenal nikmat yang besar.
Jika  seseorang telah mengenal nikmat yang terbesar maka tentu dia akan mempunyai prinsip hidup yang berbeda. Semangat terbesarnya adalah ilmu agama, titik dan kemuliaan yang terbesar menurut dia adalah ilmu agama.
Ilmu, semakin seseorang mempelajari dan mendalaminya, maka dia pasti akan semakin bersyukur kepada Allah yang memudahkan dia untuk belajar.
Tidak ada orang yang mengetahui kadar dan besarnya nikmat dari ilmu itu kecuali orang yang telah mendalaminya dan menggelutinya. Karena itu perlu langkah dan waktu untuk masuk di dalamnya.
***

 وميز الله حتى في الجوارح ما منها يعلم عن باغ ومغتشم
12. Dan Allah membedakan (yang tahu dan yang tidak tahu ilmu) sampai (Dia membedakan) hewan buruan terlatih yang tahu dengan hewan liar yang bertindak serampangan.

Pembahasan:
·         Dalil keutamaan ilmu diqiyaskan pada pembedaan antara hewan yang terlatih dan hewan yang lainnya. Hewan yang terlatih memiliki tiga ciri:
Yang pertama, apabila ia di suruh berhenti maka ia akan berhenti.
Yang kedua, apabila dia diperintahkan bergerak dia bergerak.
Yang ketiga, dia tidak memakan hewan buruan untuk dirinya sendiri.
·         Hewan yang terlatih boleh dipakai berburu dan memiliki hukum. Hewan buruan yang telah mati sebab ditangkap oleh hewan -anjing- terlatih maka ia halal meskipun ada air liur di dalamnya. Adapun jika hewan buruan yang telah mati, dan di sana ada hewan terlatih dan ada hewan yang tidak terlatih, maka hewan buruan tersebut tidak halal apabila tidak diketahui siapa yang membunuhnya. 
            Ini merupakan keutamaan ilmu, anjing saja kalau dia terlatih akan ditinggikan derajatnya dibandingkan anjing yang lainnya. Dan Kita? Betapa banyak kita dilatih dengan ayat-ayat Alquran dan Hadits, tapi kita tidak terlatih.
***

0 komentar:

Posting Komentar