Rabu, 18 Desember 2019

Fadhlul Islam- Keutamaan Islam

Keutamaan Islam

(pedahuluan)
Kitab Fadhlul Islam adalah buku kedua yang dibahas dalam kuliah Mafatihul ‘Ilm. Buku ini di tulis oleh Syaikh Muhammad bin Abdil Wahab rahimahullah. Buku ini menjelaskan bagaimana manhaj dan metode islam yang menerangkan tentang sisi keutaman dan sifat dari agama islam. Penulis juga menjelaskan tentang hal-hal yang bertentangan dengan kesempurnaan agama.
Buku ini sangat penting dan harusnya banyak dibaca, dipelajari, dan diajarkan sebab buku ini mengingatkan tentang islam yang benar dan manhaj yang lurus, serta bagaimana jalan agama Rasulullah dan para sahabatnya. Penulis menyebutkan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits Rasulullah dan disertai beberapa atsar dari para salaf rahimahullahuta’ala. Demikian inilah yang disebut ilmu, karena yang dimaksud denga ilmu adalah apa yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagaimana yang dipahai oleh para salaf.
·         KEUTAMAAN ISLAM
Yang diinginkan dalam keutamaan islam ada beberapa sudut dan ada beberapa sisi. Seseorang yang mengetahui keutamaan sesuatu akan membuat dia cinta terhadapnya. Dalam buku Fadhul islam akan memperkenalkan kepada kita tentang hal yang lebih detail dalam agama Islam, yang tidak hanya kita melihatnya dari kejauhan (Semisal rumah, hanya sekilas dikatakan indah, megah dll) yang hanya tampak secara dzahir.
Seorang yang mengenal islam dari segala sudutnya, itu akan membuatnya lebih cinta dalam keislaman terserbut. Menjaga dan memeliharanya, dan dia akan semakin semangat beramal dalam perkara agamanya.
Penjelasan tentang keutamaan Islam bukanlah maksud yang menjadi pokok. Namun, hal ini ini ditujukan agar seseorang bersemangat. Adapun hakikat dari agama adalah seserang mengetahui hukumnya lalu sami’na waa atho’naa. Adapun keutamaan maka itu pasti didapatkan. 
Tentang keutamaan Islam, penulis menbawakan beberapa dalil dari Al-Qu’an dan Hadits:
v  Dalil Pertama
لْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“Pada hari ini telah kusempurnakan agama kalian untuk kalian, dan telah kucukupkan nikmatku, serta telah kuridhoi islam itu menjadi agama bagi kalian” (Al-Maidah:3), ayat ini adalah ayat yang terakhir yang diturunkan.
Dari ayat diatas seorang Yahudi bertanya kepad Umar “Wahai Amirul mu’minin, ada sebuah ayat dikitab kalian, kalian membacanya. Andaikata ayat itu turun kepada kami, kami jadikan hari itu sebagai Id (hari raya)”
Umar menjawab “ayat apa”
Orang yahudipun membacakan Al-Maidah ayat 3.
Umarpun menjawab “Kami telah hari itu. Dan tempat ayat ini turun padanya (Rasulullah), yaitu ketika  Rasulullah berdiri di arafah pada hari jum’at.
Dalam ayat ini dijelaskan keutamaan:
Keutamaan pertama. Keutamaan islam dari sisi sempurnanya. Sudah berada dalam puncak kesempurnaan dan lengkap, tidak perlu ada tambahan padanya dan tidak perlu ada kekurangan padanya. Ibnu Abbas berkata (Terkait ayat ini) Allah mengabarkan kepada nabinya dan mengabarkan kepada kaum mu’minin bahwa Allah telah menyempurnakan keimanan untuk mereka. Maka, mereka tidak perlu tambahan untuk selama-lamanya.
Keutamaan kedua.Keutaman islam dengan sempurnanya ni’mat (dzohir maupun batin). Dan islam sendiri itu adalah ni’mat. Ni’mat yang telah disempurnakan.
Keutamaan ketiga. Keutamaan islam terkait dengan keridhoan Allah terhadap pemeluknya. Hanya islam yang diterima oleh Allah, tidak yang laiinya.
“Siapa yang mencari agama selain agama islam maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) darinya. Dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi” (Ali-Imran: 85)
Keutamaan keempat, agama islam akan terud-menerus ada dan kekal.
            Al-Qur’an dan As-Sunnah menjelaskan segala perkara, tidak ada yang ditinggalkan (lihat: Al-An’am:38), tidak ada sebuah kebaikan kecuali telah ditunjukkan oleh Rasulullah kepada ummatnya, dan tidak ada sebuah kejelelkan kecuali Rasulullah sudah mengingatkan agar tak menimpa ummatnya. Dalam Sahih Muslim “Sesunnguhnya tidak ada seorang nabi sebelumku, melainkan wajib baginya untuk menunjukkan kepada ummatnya kebaikan yang ia ketahui untuk mereka,  serta memperingatkan mereka dari keburukan yang diketahui bagi mereka”
v  Dalil Kedua
قُلْ يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اِنْ كُنْتُمْ فِيْ شَكٍّ مِّنْ دِيْنِيْ فَلَاۤ اَعْبُدُ الَّذِيْنَ تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلٰـكِنْ اَعْبُدُ اللّٰهَ الَّذِيْ يَتَوَفّٰٮكُمْ ۖ وَاُ مِرْتُ اَنْ اَكُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ

Katakanlah wahai manusia jika kalian masih berada dalam keragu-raguan tentang agamaku, (ketahuilah) aku tidak menyembah sesuatu yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kalian (Yunus: 104).
Ayat ini terdapat empat bahasan tentang keutamaa Islam:
Pertama, hakikat dari islam adalah mentauhidkan Allah subhanahu wa ta'ala. Sehingga jika ada yang bertanya apa itu islam? maka jawabannya adalah tauhid. Pengesaan herhadap Allah dan berlepas diri kepada selainnya. Dan ini merupakan dakwah seluruh rasul. 
Kedua, keutamaan islam dari sisi keumuman untuk seluruh manusia. Rasulullah diutus untuk seluruh manusia, berbeda dengan agama sebelumnya yang hanya khusus untuk kaum tertentu. 
Ketiga, Islam menyelamatkan dari fitnah syubhat dan syahwat. Syubhat dan syahwat adalah sumber dari gejala kejelekan. Karena setan tidaklah menyerang manusia kecuali dengan dua arah ini. Syubhat memberikan kerancuan dalam beragama, dibuat orang-orang itu ragu terhadap agamanya. Adapun dari fitnah syahwat, diajak kepada hal-hal yang mengikuti nafsunya.

Siapa yang masuk dalam islam dengan sempurna, menempuh jalannyanya dengan benar maka ia akan selamat dari fitnah syubhat dan fitnah syahwat. Jika ada yang kurang dari hal tersebut berarti ada dari islam yang mungkin dia belum pahami, belum dijalankan secara sempurna, atau ada hal-hal yang mungkin dia tinggalkan.”

0 komentar:

Posting Komentar